Barru (Humas MAN 1 Barru) — MAN 1 Barru melaksanakan seleksi peserta didik yang akan menjadi wakil madrasah pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah menjaring peserta didik terbaik sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi di bidang sains dan riset.
Demi Hasil yang Maksimal di OMI, MAN 1 Barru Laksanakan Seleksi untuk Jaring Siswa Terbaik disetiap Mata Pelajaran
Barru (Humas MAN 1 Barru) — MAN 1 Barru melaksanakan seleksi peserta didik yang akan menjadi wakil madrasah pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah menjaring peserta didik terbaik sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi di bidang sains dan riset.
Berdasarkan petunjuk teknis OMI 2026, kompetisi ini mencakup Bidang Sains dan Bidang Riset. Untuk jenjang Madrasah Aliyah, bidang sains meliputi Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi. Sementara pada bidang riset terdapat tiga ruang lingkup, yaitu Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Pembangunan Nasional.
Pelaksanaan seleksi di tingkat satuan pendidikan merupakan bagian penting dalam tahapan OMI. Petunjuk teknis OMI 2026 menetapkan bahwa Komite OMI tingkat satuan pendidikan bertugas merencanakan dan menyeleksi peserta lomba tingkat madrasah, melakukan sosialisasi, serta mendaftarkan peserta yang menjadi wakil madrasah melalui aplikasi OMI.
Melalui seleksi tersebut, MAN 1 Barru berupaya memastikan peserta didik yang terpilih merupakan siswa yang memiliki kemampuan, minat, dan kesiapan untuk berkompetisi pada bidang yang diminatinya. Proses ini sekaligus menjadi sarana bagi madrasah untuk memetakan dan mengembangkan potensi akademik peserta didik secara lebih terarah.
Kepala MAN 1 Barru, H. Ahmad R., menyampaikan bahwa OMI tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian juara, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun budaya belajar, berpikir kritis, riset, dan inovasi di lingkungan madrasah.
“Seleksi ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaik peserta didik. Kami berharap siswa yang terpilih nantinya tidak hanya siap mengikuti kompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keberanian untuk menghasilkan gagasan dan karya,” ungkapnya.
Ia juga mendorong peserta didik untuk mengikuti proses seleksi dengan sungguh-sungguh dan menjadikan setiap tahapan sebagai kesempatan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan diri.
“Yang paling penting adalah keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus belajar. Jangan menjadikan kompetisi hanya sebagai tujuan mendapatkan juara. Jadikan OMI sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan dan membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di berbagai bidang,” tambahnya.
Khusus bidang riset, peserta OMI jenjang MA dapat mengikuti kompetisi pada ruang lingkup yang berkaitan dengan ekoteologi, SDGs, serta transformasi digital dan kecerdasan buatan. Peserta bidang riset dapat mengikuti kompetisi secara perorangan maupun kelompok dengan jumlah maksimal tiga orang dari madrasah yang sama.
Berdasarkan jadwal dalam petunjuk teknis, tahapan OMI bidang sains diawali dengan sosialisasi pada 21 Agustus 2026, dilanjutkan OMI tingkat satuan pendidikan pada 22–26 Agustus 2026, pendaftaran tingkat kabupaten/kota pada 27 Agustus–2 September 2026, hingga pelaksanaan tingkat nasional pada 10–11 November 2026. Sementara bidang riset memiliki tahapan pendaftaran proposal pada 22 Agustus–2 September 2026, presentasi proposal, pembimbingan dan pelaksanaan riset, presentasi hasil, hingga final dan expo pada 10–12 November 2026.
Keikutsertaan MAN 1 Barru dalam OMI 2026 diharapkan tidak hanya membuka peluang bagi peserta didik untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat budaya sains, riset, inovasi, dan pembelajaran berbasis potensi di lingkungan madrasah.
Melalui proses seleksi dan pembinaan yang berkelanjutan, MAN 1 Barru berkomitmen memberikan ruang bagi peserta didik untuk menemukan potensinya, mengembangkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang kritis, kreatif, inovatif, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. (Iqra)